- Uji nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)by Dika Rahmatika Noviani on January 20, 2022 at 6:45 am
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid. Efektivitas tabir surya dapat dinyatakan dengan nilai Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF dari ekstrak etanol Hibiscus rosa-sinensis L. yang dilakukan dalam larutan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri Uv- Vis yang diolah berdasarkan persamaan Mansur. Larutan ekstrak Hibiscus rosa-sinensis L. diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20%. Nilai SPF krim ekstrak etanol Hibiscus rosa-sinensis L. dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% masing- masing yaitu 9,26; 16,50; dan 21,53. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 20% memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 10% dan 15% ditujukan dengan nilai signifikansi yaitu 0,827 > 0,05.
- Pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar suspensi asam mefenamatby Sri Wahyu Wulandari on October 15, 2021 at 3:33 am
Asam mefenamat merupakan obat yang berkhasiat sebagai analgetik. Suspensi adalah bentuk sediaan yang mengandung bahan obat dalam bentuk halus dan tidak larut yang terdispersi dalam cairan pembawa, sediaan suspensi ditujukan untuk pasien yang kesulitan menelan sediaan tablet, terutama anak dan lansia. Sediaan suspensi mudah dipengaruhi oleh cahaya, suhu dan kelembapan, sehingga penyimpanan sangat mempengaruhi kadar dalam sediaan. Obat dikatakan stabil apabila obat tidak berubah secara organoleptis dan tidak berkurang kadarnya. Asam mefenamat memiliki gugus kromofor dan ausokrom yang dapat menyerap radiasi didaerah ultraviolet sehingga dapat dilakukan penelitian dengan menggunakan alat Spektrofotometi UV-Vis. Penelitian eksperimental meliputi uji organoleptik dan penetapan kadar. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan secara organoleptik sebelum dan setelah diberi perlakuan suhu penyimpanan. Dan hasil dari penetapan kadar dari rata-rata persentase suspensi asam mefenamat yang di simpan pada suhu dingin (2-8 oC) 77,561%, suhu ruang (28oC) 105,737% dan suhu berlebih (35oC) 49,914%. Berdasarkan analisis secara statistika menunjukkan hasil bahwa suhu penyimpanan yang berbeda dapat mempengaruhi kadar suspensi asam mefenamat.
- Penggunaan pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus Lamk) sebagai bahan pengikat (Binder) dalam tablet paracetamol menggunakan metode granulasi basahby Aqilla Fadia Hayya on October 14, 2021 at 6:14 am
Pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) sudah diujikan dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet paracetamol. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) sebagai bahan pengikat (binder) dalam tablet paracetamol menggunakan metode granulasi basah. Biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) dihaluskan, disaring, dienap-tuangkan dan dikeringkan hingga mendapatkan pati. Pengujian pati biji nangka sebagai bahan pengikat dengan analisis kadar air, uji sudut diam, dan uji waktu alir. Hasil yang diperoleh memperlihatkan rata-rata kadar air pati biji nangka sebesar 6,6%. Kadar air granul dalam formulasi 2% yaitu 5%, formulasi 5% yaitu 2,5%, formulasi 8% yaitu 0%, dan formulasi 10% yaitu 5%. Kadar air granul pembawa dan paracetamol dalam formulasi 2% yaitu 0%, formulasi 5% yaitu 2,5%, formulasi 8% yaitu 2,5% dan formulasi 10% yaitu 2,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pati biji nangka memiliki daya ikat yang baik dan dapat digunakan untuk bahan pengikat pada konsentrasi 2%,5%,8%,10%. Konsentrasi daya ikat yang baik terdapat pada formulasi dengan kadar pati 10%. Hasil dari pencetakan granul pembawa dan paracetamol serbuk tidak menunjukkan sifat fisik yang free flowing sehingga pada saat pencetakan tablet, tablet yang dihasilkan mudah rapuh.
- Evaluasi penyimpanan obat dan alat kesehatan di Depo Obat Unit Gawat Darurat RSUD Caruban dengan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakitby Karina Yuniar Putri on October 14, 2021 at 3:20 am
Depo obat merupakan tempat pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang professional dan bertanggung jawab dibutuhkan dalam mendukung upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Proses akreditasai Rumah sakit dianggap sebagai jaminan kualitas dari suatu Institusi Rumah Sakit. Sebagai bagian dari Instalasi Farmasi, depo obat UGD perlu memperhatikan proses penyimpanan yang menjamin keamanan serta kualitas obat dan alat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebesapa besar kesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Penelitian dilakukan dengan mengobservasi secara langsung menggunakan daftar check list menggunakan table pengamatan, kemudian dihitung presentase kesesuaian parameternya berdasarkan SNARS. Hasilnya menunjukkan bahawa kesesuaian Standar Operasional Prosedur sebesar 42,85% (cukup baik), Kesesuaian Sarana dan Prasarana Penyimpanan sebesar 57.69% (cukup baik) dan Pengaturan penyimpanan obat kesesuaiannya sebesar 53,33% (sangat baik).
- Profil penggunaan obat antihipertensi di Poli Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun Periode Januari-Maret 2020by Prayogo Prayogo on October 14, 2021 at 3:05 am
Hipertensi merupakan kodisi klinis tekanan darah sistolik lebih besar dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih besar dari atau sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Madiun hipertensi menempati urutan 10 besar penyakit terbanyak di Kota Madiun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemakaian obat antihipertensi di poli dalam RSUD Kota Madiun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, diperoleh dari data sekunder yaitu resep obat antihipertensi yang masuk di Instalasi Farmasi RSUD Kota Madiun dari Poli Dalam bulan Januari sampai Maret 2020. Hasil penelitian berdasarkan penggolongan obat yaitu golongan Angiotensin II receptor blockers (ARB), Diuretik, Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACEI), Calcium Channel Blockers (CCB), dan Beta Blocker (BB). Obat antihipertensi yang digunakan adalah amlodipin, nifedipin, lisinopril, furosemid, ramipril, valsartan, candesartan, captopril, propranolol dan bisoprolol, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pasien hipertensi di poli dalam RSUD Kota Madiun pada periode Januari – Maret 2020 paling banyak berjenis kelamin perempuan (62%) dan usia penderita hipertensi paling banyak di atas 45 tahun (97,25%). Golongan obat hipertensi terbanyak adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB) sebanyak (28%). Obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (21%).
- Gambaran penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Santa Clara Periode April 2021by Erlly Mitra Lorentika on October 14, 2021 at 2:49 am
Obat High Alert adalah obat yang memiliki risiko tinggi yang berbahaya apabila tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standart Pelayanan Kefarmasian yang ada di Rumah Sakit untuk mewajibkan rumah sakit mengembangkan kebijakan tentang pengelolaan obat guna menjaga keamanan obat-obat high alert. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi rumah sakit santa clara madiun. Hasil dari penelitian ini diharapkan bagi tenaga kefarmasian untuk meningkatkan dalam kegiatan penyimpanan dan pengelolaan obat high alert sehingga pelayanan dapat berjalan dengan maksimal. Metode penelitian menggunakan penelitian survei deskriptif untuk menggambarkan penyimpanan obat high alert yang ada di instalasi rumah sakit santa clara madiun. Berdasarkan data yang diperoleh persentase rata-rata untuk tempat penyimpanan sebesar 100% dalam kategori sangat baik, pelabelan diperoleh rata-rata 55,63% masuk dalam kategori cukup dan penyimpanan dengan menggunakan metode FIFO dan FEFO sebesar 61,98% masuk kategori baik.
- Pengaruh suhu penyimpanan terhadap asam mefenamat kaplet salut selaputby Fatima Darmawanti on October 14, 2021 at 2:19 am
Asam mefenamat merupakan derivat dari asam antranilat dan termasuk dalam golongan anti-inflamasi non steroid (AINS) yang dapat digunakan untuk analgesik, antipiretik, antirematik. Asam mefenamat merupakan sediaan yang sangat rentan terhadap adanya suhu, cahaya, udara, dan kelembapan. Sehingga untuk penyimpanan harus diperhatikan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh suhu penyimpanan terhadap kaplet salut selaput asam mefenamat, dengan melakukan 3 kali replikasi pada sampel yang sudah disimpan pada suhu yang berbeda yaitu suhu dingin (2-8oC), suhu ruang (27oC), dan suhu panas berlebih (35oC) selama 180 menit dan diukur secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian ini tidak terdapat perubahan sifat organoleptik pada kaplet salut selaput asam mefenamat baik sebelum dan sesudah adanya perlakuan penyimpanan. Hasil dari penelitian ini bahwa suhu sangat berpengaruh pada saat penyimpanan karena dapat mempengaruhi kadar dari asam mefenamat kaplet salut selaput dan diperoleh persen kadar pada suhu dingin (2-8oC) 108,39%, suhu ruang (27oC) 94,69%, dan suhu panas berlebih (35oC) 102,74%. Dari hasil analisa uji statistika Man-Whitney diperoleh hasil bahwa penyimpanan kaplet salut selaput asam mefenamat pada suhu yang berbeda terdapat perbedaan yang signifikan dan dapat mempengaruhi kadar dari kaplet salut selaput asam mefenamat.
- Perbandingan persen daya analgetik ekstrak etanol daun dan batang sembukan (Paederia foetida Linn) pada mencit jantan (Mus musculus) terinduksi asam asetatby Arlian Tega Setiawan on October 13, 2021 at 7:02 am
Tumbuhan sembukan (Paederia foetida L.) merupakan tumbuhan yang menjalar dan umum dipergunakan untuk pengobatan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun dan batang sembukan sebagai analgetik dan untuk menentukan efektifitas antara ekstrak etanol daun dan batang sembukan sebagai analgetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Simplisia diekstraksi menggunakan pelarut etanol dan dilakukan uji aktivitas analgetik yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), ekstrak etanol daun sembukan, dan ekstrak etanol batang sembukan yang diberikan secara peroral. Setelah tiga puluh menit pemberian, mencit diinduksi nyeri dengan menggunakan asam asetat 0,5%. Daya analgetik dilakukan dengan menghitung jumlah geliat pada mencit selama 1 jam. Dari hasil penelitian, ekstrak etanol daun sembukan memiliki aktivitas analgetik pada mencit jantan dengan persen daya analgetik 67,80% dan ekstrak etanol batang sembukan 36,18%. Ekstrak etanol daun sembukan memiliki potensi sebagai analgetik pada mencit jantan dengan persen daya analgetik sebesar 67,80%
- Gambaran perencanaan obat di UPTD Puskesmas Poncol pada Tahun 2020 dengan metode ABC dan VENby Riska Ayu Yuliani on October 13, 2021 at 6:36 am
Puskesmas merupakan salah satu fasilitas khusus kesehatan yang menjalankan upaya kesehatan bersama dan upaya kesehatan perseorangan di tingkat pertama yang paling dekat dengan masyarakat dan lebih mengutamakan upaya promosi kesehatan untuk mengajak masyarakat hidup sehat dan upaya pencegahan di wilayah kerjanya. Perencanaan obat di UPTD Puskesmas Poncol dengan menggunakan metode konsumsi berdasarkan pemakaian pada periode sebelumnya. Dengan hanya menggunakan metode konsumsi sering kali ditemukan adanya kekurangan stok obat dan kelebihan stok obat secara berlebih. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perencanaan di UPTD Puskesmas Poncol pada tahun 2020 dengan menggunakan metode ABC dan VEN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah obat dan BMHP yang ada pemakaiannya. Hasil penelitian dengan metode ABC kelompok A terdapat 20% dari total item obat dan BMHP yang terdiri dari 41 item obat dan BMHP yang memakai anggaran sebanyak 71,6% (Rp. 170.510.886,68). Kelompok B terdapat 17% dari total item obat dan BMHP yang terdiri dari 36 item dan memakai anggaran sebanyak 15,1% (Rp. 35.801.368,72). Kelompok C terdapat 63% dari total item obat dan BMHP yang terdiri dari 129 item dan memakai 13,3% (Rp. 224.585.627,26). Sedangkan dengan metode VEN yang termasuk kelompok V berjumlah 36 item, Kelompok E sejumlah 163 item, Kelompok N sejumlah 7 item obat. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa klasifikasi berdasarkan metode ABC pada presentase item obat sudah sesuai dengan standart WHO dan dari penelitian metode VEN dapat diketahui waktu yang tepat untuk melakukan perencanaan obat dan BMHP.
- Efektivitas ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap penurunan kadar asam urat pada mencit (Mus muculus)by Riska Putri Rahmadhani on October 13, 2021 at 5:42 am
Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin. Hiperurisemia terjadi karena mengkonsumsi makanan tinggi purin yang berlebih. Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui mengandung flavonoid yang dapat menghambat enzim xantin oksidase sehingga mengurangi pembentukan asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kelor terhadap penurunan kadar asam urat pada mencit yang dibuat dalam kondisi hiperurisemia, dengan induksi jus hati ayam selama 7 hari. Metode ekstraksi yang digunakan adalah soxhletasi. Serta menggunakan metode eksperimental dengan 25 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi suspensi CMC-Na, kelompok kontrol positif diberi suspensi allopurinol, kelompok ekstrak etanol daun kelor dosis 0,49 mg/kgBB, 0,98 mg/kgBB dan kelompok dosis 1,54 mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum induksi hiperurisemia, setelah induksi hiperurisemia dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar asam urat yang paling tinggi terdapat pada kelompok dosis 1,54 mg/kgBB (2,4 mg/dL), dosis 0,98 mg/kgBB (2,4 mg/ dL) dan kelompok dosis 0,49 mg/kgBB (2,2 mg/ dL). Berdasarkan rata-rata penurunan kadar asam urat tersebut, menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar asam urat pada mencit, dan berpotensi sebagai obat antihiperurisemia.
- Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Kimia Farma Dolopo Periode Maret-April 2021by Citra Ayu Widyaningrum on October 13, 2021 at 5:17 am
Corona Virus Desease (COVID-19) merupakan virus menular yang sedang mewabah hampir diseluruh dunia. Upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh yang salah satu caranya mengkonsumi suplemen kesehatan. Namun banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang penggunaan suplemen kesehatan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang suplemen kesehatan pada masa pandemi COVID-19. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling yang dilakukan pada saat yang sama melalui pengamatan responden yang membeli suplemen di Apotek Kimia Farma Dolopo. Jumlah responden sebanyak 88 orang dan diberi kuisioner untuk diisi sesuai pengetahuan. Kuisioner ini terdiri dari 6 indkator dengan 8 pertanyaan yaitu jenis suplemen kesehatan, indikasi suplemen kesehatan, dosis suplemen kesehatan, efek samping, aturan pakai, dan kontraindikasi. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa gambaran tingkat pengetahuan responden tentang suplemen kesehatan yaitu responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 68,18%, pengetahuan baik 20,46% dan pengetahuan kurang 11,36%.
- Pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar sediaan tablet paracetamol patenby Lilin Setiyowati on October 13, 2021 at 4:20 am
Stabilitas merupakan kekuatan suatu obat yang disesuaikan dengan batas tertentu selama masa penyimpanan dan penggunaan suatu produk obat, di mana produk obat tersebut memiliki karakteristik dan sifat yang sama sesuai dengan awal pembuatan. Tablet Parasetamol memiliki khasiat sebagai analgesik dan antipiretik dan juga sangat efektif untuk mengobati sakit kepala dan nyeri pada persendian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar sediaan paracetamol paten dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Analisis kadar paracetamol paten menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 247.5 nm. Hasil yang diperoleh dari uji kadar diolah dengan menggunakan SPSS versi 25. Dari hasil penelitian kadar sampel menunjukkan bahwa penyimpanan tablet paracetamol paten pada suhu 24oC dengan kadar rata-rata 105,85% dan 27oC dengan kadar rata-rata 97,09% dinyatakan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0%. Sedangkan untuk suhu 30°C dengan rata-rata 81,72% dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karena kurang dari 90,0%.
- Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap bakteri Escherichia coliby Nadia Meyta Maharani on October 13, 2021 at 3:56 am
Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) mempunyai manfaat sebagai antimikroba. Daun nangka mengandung flavonoid, saponin dan tannin sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nangka terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, pembuatan larutan kontrol positif, serta uji daya hambat ekstrak etanol dengan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun nangka dengan konsentrasi 50%, 70%, dan 100% menghasilkan zona hambat berturut-turut yaitu 9,50±0,15 mm, 10,39±0,04 mm dan 11,48±0,13 mm. Sehingga hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi 100% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
- Gambaran penggunaan obat tukak peptik pada rawat jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Islam At-tin Husada Ngawi Periode Oktober-Desember 2020by Reski Lofiona on October 13, 2021 at 3:28 am
Tukak peptik merupakan salah satu dari 10 penyakit terbesar dalam rawat inap di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi menurut WHO. Tukak peptik berada di posisi 7 dari 10 besar penyakit tertinggi periode oktober-desember 2020 dan penggunaan obat tukak peptik di RSI At-tin Husada Ngawi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat tukak peptik di rawat jalan poli penyakit dalam di RSI At-tin Husada Ngawi periode Oktober-Desember 2020 dengan metode non-eksperimental. Data diambil secara retrospektif dari data rekam medik dengan data penggunaan obat tukak peptik, dan metode analisis bersifat deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah pasien dewasa yang menerima terapi tukak peptik periode Oktober-Desember 2020. Pada penelitian ini menggunakan data sebanyak 152 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tukak peptik banyak ditemukkan pada rentang usia 45-64 tahun, sebanyak 89 kasus atau 58,55%. Berdasarkan 152 kasus bahwa tukak peptik lebih banyak ditemukan pada pasien perempuan sebanyak 82 kasus atau 53,95%. Rata-rata penggunaan obat tukak peptik sebesar 1,74. Berdasarkan 45 kasus penggunaan obat tunggal, sebanyak 29 kasus atau 64,44% menggunakan obat golongan PPI. Sedangkan dari 107 kasus pemberian terapi kombinasi obat terbanyak yaitu kombinasi PPI dan Antasida sebanyak 25 kasus atau sebesar 23,36%.
- Uji antihiperglikemia fraksi polar, semi polar dan non polar bunga turi merah (Sesbania grandiflora L.) terhadap mencit (Mus musculus L.)by Rukmanawati Rukmanawati on October 13, 2021 at 3:08 am
Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa yang terjadi pada plasma darah dan digunakan sebagai salah satu diagnosa penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemia fraksi polar, semi polar dan non polar ekstrak bunga turi dengan metode penelitian eksperimental menggunakan 25 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan CMC Na 0,5%, kelompok kontrol positif yang diberi glibenklamid 0,65 mg/kgBB, kelompok yang diberi fraksi air, kelompok yang diberi fraksi etil asetat dan fraksi n-Heksana ekstrak bunga turi merah dengan dosis masing-masing sebanyak 250 mg/kgBB. Berdasarkan hasil penelitian, fraksi n-Heksana memiliki kemampuan yang lebih besar dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit.
- Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kota Madiun Bulan April 2021by Ratna Dewi Indrayanti on October 12, 2021 at 6:37 am
Kepuasan pasien adalah tingkat pelayanan kesehatan sensorik yang diterima pasien dan pemerintah menjamin manfaat yang memuaskan bagi pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kota Madiun Bulan April 2021. Penelitian ini mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien, yaitu kehandalan, ketanggapan, empati, bukti langsung, dan jaminan. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan kriteria inklusi yaitu pasien atau keluarga pasien rawat jalan RSUD Kota Madiun yang menebus resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan, usia pasien atau keluarga pasien lebih dari 15 tahun, pasien minimal sudah pernah mengunjungi Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kota Madiun sebanyak dua kali, pasien atau keluarga dari pasien yang bersedia untuk mengisi kuisioner. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu pasien yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi kehandalan, ketanggapan, empati, bukti langsung, dan jaminan responden memberikan nilai puas berturut-turut yaitu 74,86%, 65,12%, 72,55%, 65,56%, dan 70,32% dan rata-rata persentase kepuasan yaitu 69,68% atau responden merasa puas dengan pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Kota Madiun.
- Pola peresepan obat epilepsi di Poli Anak RSUD Kota Madiun Bulan Januari-Maret 2020by Retno Ayu Widyaningrum on October 12, 2021 at 6:21 am
Epilepsi merupakan penyakit yang kerap kali ditemukan di dunia. Epilepsi juga penyebab terbanyak morbiditas pada saraf anak, dan gangguan lainnnya seperti kesulitan dalam belajar, gangguan pada tumbuh anak, yang berpengaruh dalam hal menentukan kualitas hidup anak. Sebanyak 40% – 50% dari 700.000-1.400.000 kasus epilepsi terjadi pada anak-anak di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat epilepsi pada anak pasien rawat jalan di Poli Anak RSUD Kota Madiun. Penelitian dilakukan secara observasi deskriptif dengan metode pengambilan data retrospektif. Populasi penelitian adalah semua data rekam medik pasien anak rawat jalan yang terdiagnosa penyakit epilepsi di Poli Anak RSUD Kota Madiun yaitu sejumlah 40 pasien. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jenis obat yang digunakan dalam terapi epilepsi pada pasien anak di Poli Anak RSUD Kota Madiun adalah Asam Valproat, Phenytoin, dan Fenobarbital. Persentase penggunaan Obat Anti Epilepsi (OAE) secara berturut-turut adalah Asam Valproat (97,5%), Phenytoin (20%), dan obat yang penggunaannya paling rendah adalah penggunaan obat Fenobarbital sebanyak 2,5%. Sedangkan obat karbamazepin tidak digunakan karena pemakaian Karbamazepin tingkat kegagalannya lebih tinggi dalam monoterapi epilepsi anak dan juga penggunaan karbamazepin dengan dosis yang berlebihan dapat menyebabkan toksisitas.
- Profil pengobatan Diabetes Melitus (DM) tipe II pada pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam At-Tin Husada Ngawi Periode Mei-Juli 2020by Bayu Andi Nugroho on October 12, 2021 at 6:00 am
Diabetes melitus dengan angka glukosa tidak normal adalah penyakit kronis tidak menular yang diakibatkan oleh pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup. Pasien Diabetes Melitus di RSI At-Tin Husada Ngawi dari 1 Mei – 31 Juli 2020 meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui Profil Pengobatan Diabetes Melitus (DM) Tipe II pada Pasien Rawat Jalan menggunakan responden laki-laki 18 pasien (45%) dan perempuan 22 pasien (55%) dengan rentang usia 45-90 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data sekunder secara retrospektif diperoleh dari Instalasi Rekam Medis RSI At-Tin Husada Ngawi. Hasil penelitian diperoleh data obat diabetes oral tunggal dengan total 11 pasien (27,5 %), kombinasi 2 obat antidiabetes oral dengan total sebanyak 19 pasien (47,5 %), kombinasi 3 obat antidiabetes oral dengan total 3 pasien (7,5 %), kombinasi obat antidiabetes Oral – Insulin sebanyak 9 pasien (22,5 %). Pada penelitian ini terapi pengobatan Diabetes Melitus Tipe II di RSI At-Tin Husada Ngawi paling banyak menggunakan kombinasi 2 obat antidiabetes oral yaitu glimepiride dengan metformin sebanyak 15 pasien (37.5%) dengan rentang nilai HbA1c 7.2% – 9.23% dan IMT 18.5 – 25 (kategori normal).
- Pola peresepan pasien skizofrenia rawat jalan Poli Spesialis
Kesehatan Jiwa di RS Griya Husada Madiun Periode Maret 2021by Dewi Pusparini on October 12, 2021 at 4:08 am
Skizofrenia adalah salah satu jenis penyakit gangguan kejiwaan paling tinggi menyebabkan kematian di Indonesia. Diperkirakan 4,4 % dari populasi di seluruh dunia menderita skizofrenia. Terapi pada pasien skizofrenia menggunakan obat antispikosis yaitu golongan tipikal, atipikal, maupun kombinasi antara keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antipsikotik pasien skizofrenia rawat jalan poli spesialis kesehatan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Data sekunder diambil secara cross-sectional terhadap resep pasien rawat jalan poli spesialis kesehatan jiwa di RS Griya Husada Madiun periode Januari-Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan tipe diagnosis yang paling banyak di temukan adalah skizofrenia tak terinci sebesar 91,33 %. Terapi yang diberikan pada pasien skizofrenia yaitu monoterapi antipsikotik tipikal dan atipikal serta kombinasi obat antipsikotik. Monoterapi antipsikotik tipikal terbanyak adalah Trifluoperazin (8%) dan monoterapi antipsikotik atipikal terbanyak adalah Clozapin (14%). Terapi kombinasi antipsikotik terbanyak adalah kombinasi tipikal-atipikal yaitu Trifluoperazin-Clozapin (13%).
- Uji potensi tabir surya daging buah labu kuning (Cucurbita moschata duch)by Cindy Eka Pratiwi on October 12, 2021 at 3:48 am
Indonesia adalah negara beriklim tropis dan disinari matahari setiap tahun, karena letaknya yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Sinar matahari yang terus menerus mengenai kulit dapat menyebabkan berbagai masalah kulit diantaranya penggelapan warna kulit, kulit terbakar bahkan kanker kulit. Untuk mencegah hal tersebut , banyak dikembangkan produk tabir surya (sunscreen). Penggunaan bahan alam sebagai bahan obat sudah dipercaya sejak dahulu, dan masih digunakan secara turun temurun. Bahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi tabir surya adalah buah labu kuning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai SPF ekstrak methanol daging buah labu kuning sebagai tabir surya. Metode yang dipakai adalah spektrofotometri UV-Vis dengan konsentrasi ekstrak 10% dan 20% pada panjang gelombang 290-320nm. Nilai SPF dihitung dengan menggunakan persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF yang dihasilkan ekstrak methanol daging buah labu kuning dengan konsentrasi 10% adalah 15,467. Nilai SPF ekstrak methanol daging buah labu kuning dengan konsentrasi 20% adalah 23,109 . Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak methanol daging buah labu kuning 20% berpotensi digunakan sebagai tabir surya perlindungan sedang.
- Uji daya hambat fraksi n-heksana ekstrak bawang putih “lanang” (Allium sativum ) terhadap Staphylococcus aureusby Sinta Ambar Sukmawati on October 12, 2021 at 2:59 am
Bawang putih lanang (Allium sativum L) sudah diujikan memiliki aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fraksi n-heksana ekstrak bawang putih lanang terhadap Staphylococcus aureus. Bawang putih lanang (Allium sativum L) diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi selanjutnya di fraksinasi dengan pelarut n-heksana dan dibuat dalam konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Uji efektivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil yang diperoleh memperlihatkan rata-rata daya hambat pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap Staphylococcus aureus sebesar 6,64 mm, 7,42 mm, 7,75 mm dan 7,94 mm sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi bawang putih lanang (Allium sativum L) sebesar 25%, 50%, 75% dan 100% memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan konsentrasi dengan daya hambat paling tinggi adalah 100%.
- Tingkat pengetahuan cara penggunaan dan penyimpanan insulin pen pada pasien diabetes di Poli Penyakit Dalam RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetanby Lutfi Indria Pratiwi on October 12, 2021 at 2:33 am
Terapi insulin merupakan komponen penting sebagai salah satu pengobatan diabetes karena dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar tepat dalam penggunaan dan penyimpanan insulin pen guna mendukung keberhasilan terapi dan menghindari terjadinya hal-hal yang merugikan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan cara penggunaan dan penyimpanan insulin pen pada pasien diabetes di poli penyakit dalam RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional prospektif dengan metode analisa deskriptif. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 40 responden. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45% responden berjenis kelamin laki-laki dan 55% responden berjenis kelamin perempuan. Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 35%, responden yang berpengetahuan cukup sebesar 55% dan sebesar 10% responden berpengetahuan kurang. Pengetahuan responden berdasarkan indikator persiapan penyuntikan insulin pen baik (84%), cara penyuntikan insulin pen baik (76%), lokasi penyuntikan insulin pen baik (84%), waktu penyuntikan insulin pen baik (88%), hal-hal untuk meminimalkan rasa sakit saat penyuntikan cukup (68%), tempat dan suhu penyimpanan insulin pen cukup (75%), kondisi penyimpanan insulin pen kurang (35%).
- Gambaran pengelolaan obat kedaluwarsa di Instalasi Farmasi RS Griya Waluya Ponorogo Tahun 2020by Anisa Rahmawati on October 11, 2021 at 6:58 am
Pengelolaan obat di rumah sakit merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang penting, hal ini dikarenakan pengelolaan obat memiliki tujuan agar obat yang diperlukan tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup dan terjamin untuk mendukung pelayanan yang bermutu. Obat kedaluwarsa adalah obat yang telah melampaui batas tanggal yang tercantum pada kemasan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat kedaluwarsa di Instalasi Farmasi RS Griya Waluya Ponorogo tahun 2020 dan kesesuaiannya dengan SOP yang berlaku. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian non eksperimental, dilakukan secara observasional yang datanya diambil secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat kedaluwarsa di RS Griya Waluya meliputi stok opname berkala, penyediaan tempat khusus, pencatatan, dan pelaporan sudah dilakukan dengan baik. Untuk SOP yang belum dilakukan adalah tentang pemusnahan dan pelaporan obat diruang perawatan. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat kedaluwarsa di RS Griya Waluya Ponorogo tahun 2020 masih belum sesuai dengan SOP yang berlaku di rumah sakit tersebut dan persentase obat kedaluwarsa berdasarkan bentuk sediaan yang tertinggi adalah tablet yaitu sebesar 89,11%.
- Perbandingan ekstrak dan sediaan gel daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Penyembuhan Luka Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)by Anissa Fajar Ariyani on October 11, 2021 at 6:38 am
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat membantu pada proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak dan gel ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai penyembuhan luka pada hewan uji serta membandingkan efek penyembuhan luka antara ekstrak dan sediaan gel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan hewan uji kelinci yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi aqua destilata, kelompok kontrol positif yang diberi perlakuan povidone iodine, kelompok ekstrak yang diberi perlakuan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 6%, dan kelompok gel yang diberi perlakuan gel daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 6%. Hasil pengukuran rata-rata diameter luka pada hari ke-7 pada kelompok kontrol negatif 6,90 ± 1,03 mm, pada kelompok kontrol positif 3,03 ±0,63 mm, pada kelompok ekstrak 5,24 ± 0,26 mm, pada kelompok gel 5,29 ± 0,14 mm. Pada hari ke-11 dan 14 rata-rata diameter luka pada kelompok kontrol negatif yaitu 4,75 ± 0,24 mm dan 0,94 ± 0,01 mm, sedangkan pada kelompok lainnya yaitu 0,00 ± 0,00 mm. Berdasarkan rata-rata diameter luka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun belimbing wuluh dapat memberikan efek penyembuhan luka, baik ekstrak maupun sediaan gel tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
- Uji efektifitas infusa kombinasi daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan rimpang temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah mencit (Mus musculus)by Ayu Widiastuti on October 11, 2021 at 6:14 am
Asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme purin yang berasal dari makanan yang mengandung tinggi purin. Kadar asam urat yang tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumsi tanaman obat yaitu daun sambiloto dan rimpang temulawak dalam bentuk sediaan infusa. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari infusa daun sambiloto dan rimpang temulawak dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit. Untuk meningkatkan kadar asam urat, mencit diinduksi dengan menggunakan jus hati ayam selama 7 hari. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok uji yang terdiri dari kelompok kontrol negatif ( CMC Na 5%, kontrol positif ( allopurinol ), kelompok infusa kombinasi daun sambiloto dan rimpang temulawak pada perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Hasil penurunan kadar asam urat pada infusa kombinasi daun sambiloto dan rimpang temulawak perbandingan 1:1 sebesar 1,3 mg/dL, perbandingan 1:2 sebesar 1,7 mg/dL dan perbandingan 2:1 sebesar 1,8 mg/dL. Didapatkan bahwa kombinasi infusa daun sambiloto dan rimpang temulawak efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada perbandingan 1:2 dan 2:1.
- Perbandingan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun sereh dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) dan daun katuk (Sauropus androgynus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureusby Diannur Lailatul Maghfiroh on October 11, 2021 at 4:24 am
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dengan melihat perbandingan aktivitas daya hambat dalam ekstrak daun sereh dapur dan ekstrak daun katuk. Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 20%, 40%, dan 80%. Sebagai kontrol positif yang digunakan yaitu antibiotik Ciprofloxacin 0,05% dan kontrol negatif yang digunakan yakni larutan CMC 1%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata daya hambat antibakteri ekstrak daun sereh dapur terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam konsentrasi 5% (10,40 mm), konsentrasi 20% (25,13 mm), konsentrasi 40% (28,97 mm), dan konsentrasi 80% (30,07 mm). Sedangkan rata-rata daya hambat antibakteri ekstrak daun katuk dalam konsentrasi 5% (8,14 mm), konsentrasi 20% (14,49 mm), konsentrasi 40% (20,09 mm), konsentrasi 80% (23,38 mm). Diameter daya hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak daun katuk yaitu 23,38 mm dan pada ekstrak daun sereh yaitu 30,07 mm.
- Perbandingan angka lempeng total bakteri di tangan setelah pemakaian sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan tisu basahby Devi Nila Rismawati on October 11, 2021 at 3:43 am
Salah satu upaya untuk mencegah penularan bakteri adalah dengan mencuci tangan. Mencuci tangan umumnya menggunakan air dan sabun, namun seiring dengan perkembangan zaman mencuci tangan dapat dilakukan dengan produk antiseptik seperti hand sanitizer tisu basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah angka lempeng total setelah pemakaian sabun, hand sanitizer, dan tisu basah. Penelitian ini menggunakan metode true experiment, dengan rancangan post test only control design dengan 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari tiga kali pengulangan berjumlah 12 sampel. Hasil pengumpulan data di analisis menggunakan uji beda t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan nilai angka lempeng total setelah pemakaian sabun sebesar 12,2±3,4 x 103 CFU/ml, hand sanitizer sebesar 19,7±3,1 x 103 CFU/ml dan tisu basah sebesar 9,0±1,6 x 103 CFU/ml. Hasil analisis uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok kontrol dengan kelompok sabun, hand sanitizer, dan tisu basah. Demikian juga dengan kelompok sabun dengan hand sanitizer dan kelompok hand sanitizer dengan tisu basah, namun tidak ada perbedaan bermakna antara perlakuan cuci tangan dengan sabun dan tisu basah.
- Identifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol, n-heksana dan etil asetat bunga turi putih (Sesbania grandiflora L. Pers) dengan metode KLTby Tiya Ayu Pamela Asih on October 11, 2021 at 3:02 am
Tanaman turi merupakan tanaman yang banyak ditemukan di wilayah pedesaan dan seringkali digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai obat herbal, namun jarang masyarakat yang mengetahui khasiatnya. Bunga turi putih mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, fenolik, saponin, terpenoid, flavonoid, dan steroid yang dapat bermanfaat sebagai antimikroba dan antioksidan. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam bunga turi putih pada masing-masing fraksi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang diekstraksi menggunakan metode maserasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan simplisia, penetapan kadar air sampel menggunakan metode susut pengeringan, ekstraksi bunga turi putih, uji kualitatif fitokimia (pereaksi warna), dan skrining fitokimia menggunakan KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga turi putih mengandung metabolit sekunder yaitu triterpenoid, flavonoid, dan saponin. Sedangkan ekstrak etil asetat bunga turi putih mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, dan ekstrak n-heksana bunga turi putih mengandung metabolit sekunder yaitu asam lemak.
- Evaluasi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan poliklinik di Instalasi Rawat Jalan RS Griya Husada Madiun Periode Bulan Maret 2021by Tika Seftyana on October 8, 2021 at 5:28 am
Pelayanan kefarmasian di rumah sakit sangat erat kaitannya dengan waktu tunggu. Standar waktu tunggu yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal yaitu ≤ 60 menit untuk resep racikan dan ≤ 30 menit untuk resep racikan mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Poliklinik di RS Griya Husada semakin lama semakin berkembang dengan bertambahnya dokter spesialis dan terkadang mempunyai jadwal praktik yang sama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep terutama pada jam sibuk. Pengambilan sampel dengan teknik Simple RandomSampling serta data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan mencatat waktu tunggu pelayanan resep pada formulir pengumpul data selama bulan Maret 2021. Jumlah resep yang diteliti sebanyak 324 resep yang terdiri dari 114 resep racikan dan 210 resep non racikan. Rata-rata waktu pelayanan resep racikan 34,64 menit dan resep non racikan 19,80 menit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep racikan maupun non racikan pasien rawat jalan sudah memenuhi standar pelayanan minimal yang dipersyaratan oleh Kepmenkes No.129/Menkes/SK II/2008 tentang standar pelayanan resep kategori waktu tunggu.
- Analisis kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Widodo Ngawi berdasarkan metode WISN (Workload Indicator of Staffing Need) Tahun 2020by Mustika Rani on October 8, 2021 at 5:02 am
Keberhasilan pelayanan kefarmasian didukung oleh ketersediaan tenaga kefarmasian. Pada pelaksanaan pelayanan kefarmasian dapat terjadi potensi kesalahan pemberian obat, salah satu penyebabnya akibat meningkatnya beban kerja tenaga kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Widodo Ngawi saat ini dan masa mendatang. Analisa kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Widodo Ngawi berdasarkan metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN)dilakukan pengumpulan data dengan observasi menggunakan metode work sampling. Data hasil penelitian dikelompokkan berdasarkan aktivitas produktif langsung 83.85%, aktivitas tidak produktif 8.54%, aktivitas pribadi 6.89 %. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Widodo Ngawi sebanyak 22 orang, kondisi saat ini jumlah tenaga 14 orang. Rasio WISN sebesar 0.636 mengindikasikan adanya kekurangan sejumlah 8 tenaga di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Widodo Ngawi.
- Pengaruh penyimpanan pada suhu berbeda terhadap kadar kaplet Asam Mefenamat generikby Adelia Intan Yuriska on October 8, 2021 at 4:04 am
Asam Mefenamat adalah obat analgesik dan anti inflamasi non steroid yang mudah dipengaruhi oleh cahaya, udara dan kelembapan, sehingga pada penyimpanan yang kurang tepat akan mempengaruhi kadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh suhu penyimpanan terhadap kaplet Asam Mefenamat. Obat dikatakan stabil apabila dalam penyimpanan kadar obat tidak berkurang dan secara organoleptik tidak berubah. Pada struktur kimia Asam Mefenamat, terdapat dua gugus kromofor dan gugus auksokrom sehingga senyawa tersebut dapat menyerap radiasi di daerah ultraviolet, sehingga untuk menentukan kadarnya digunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Penelitian eksperimental kuantitatif ini dilakukan dengan melalui uji organoleptik, uji keseragaman bobot, dan penetapan kadar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik sebelum maupun sesudah perlakuan penyimpanan, sifat organoleptik kaplet Asam Mefenamat tidak berubah dan memenuhi syarat keseragaman bobot. Dari hasil penetapan kadar Asam Mefenamat pada suhu dingin (2-8°C), suhu ruang (27°C ), dan suhu panas berlebih (35°C ) didapatkan rata-rata kadar persentase kadar secara berturut-turut yaitu 0,002793%, 0,002618%, dan 0,002559%. Setelah dianalisis secara statistika, didapatkan hasil bahwa penyimpanan pada suhu berbeda dapat mempengaruhi kadar dari kaplet Asam Mefenamat.
- Pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.)by Agung Budi Prasetyo on October 8, 2021 at 3:37 am
Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu dapat digunakan untuk mengobati bau badan dan sebagai antiradikal bebas. Flavonoid merupakan salah satu kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun kemangi (Ocimum basilicum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil metode maserasi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kadar flavonoid diukur dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan baku standar Quercetin. Kadar flavonoid yang dihasilkan dianalisis dengan uji statistik Mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar flavonoid metode ekstraksi sokletasi sebesar 9,3106% lebih besar dari metode ekstraksi maserasi sebesar 6,2756%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig kurang dari 0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid metode maserasi dan sokletasi.
- Analisis perencanaan obat antidiabetes di Instalasi Farmasi RSUD Kota Madiun dengan metode ABCby Alfina Kusumaningtyas on October 8, 2021 at 3:19 am
Proses perencanaan obat merupakan bagian tahapan penting dan esensial dalam pengelolaan obat sehingga dibutuhkan perencanaan yang tepat guna menunjang sistem pendistribusian obat disetiap satelit farmasi sesuai jumlah dan kebutuhan. Di IFRSUD Kota Madiun perencanaan obat menggunakan kombinasi metode konsumsi dan metode epidemiologi. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui analisis perencanaan obat antidiabetes di IFRSUD Kota Madiun dengan metode ABC. Jenis penelitian bersifat deskriptif secara non eksperimental, dengan pendekatan kualtitatif dan kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh obat antidiabetes pada tahun 2020. Hasil penelitian berupa analisis perencanaan obat dengan metode ABC menunjukan bahwa jumlah obat yang termasuk dalam kelompok A sebanyak 6 item (28,572%) dengan biaya sebesar Rp 564.881.920 (83,27%), sedangkan yang termasuk dalam kelompok B sebanyak 5 item (23,81%) dengan biaya sebesar Rp 101.168.000 (14,9%) dan kelompok C dengan jumlah item 10 (47,619%) dengan biaya Rp 12.432.900 (1,83%). Kesimpulan dari penelitian bahwa penggunaan metode ABC dalam perencanaan obat antidiabetes dinilai lebih efektif karena mampu mengendalikan nilai belanja hingga 90% dengan fokus terhadap kelompok A dan B, serta keamanan stok obat tetap terjaga dengan perhitungan safety stock dalam menyusun perencanaan kebutuhan guna meningkatkan efisiensi pengadaan.
- Efisiensi penyimpanan obat di Logistik Farmasi Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiunby Ika Sugiarti on October 8, 2021 at 2:51 am
Penyimpanan obat di rumah sakit harus benar dan baik untuk menjaga persediaan obat sehingga tidak terjadi obat yang kedaluwarsa, kerusakan, serta untuk menjaga mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penyimpanan obat di RSI Siti Aisyah Madiun berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan dan indikator penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data kualititatif dianalisis dengan mengidentifikasi temuan-temuan yang ada kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk narasi. Data kuantitatif didapatkan dengan melakukan pengolahan data yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian dengan Permenkes dari faktor sarana dan prasarana penyimpanan sebesar 90%, peralatan penyimpanan 92,30%, sarana dan prasarana keamanan 77,77%, dan pengaturan penyimpanan 95%. Pengelolaan obat pada tahap penyimpanan didapatkan kecocokan barang dengan kartu stok yaitu sebesar 95,83%, TOR sebesar 13,72 kali, obat yang kedaluwarsa dan rusak 0,41%, sistem penataan gudang 100% FIFO dan FEFO, stok mati yaitu 7,95%, dan tingkat ketersediaan obat selama 12,60 bulan.
- Uji efek antihiperglikemia kombinasi ekstrak daun tapak dara merah (Catharanthus roseus) dan daun salam (Syzygium polyanthum Wight.) terhadap mencit (Mus musculus)by Rinda Sihaloho on October 7, 2021 at 7:06 am
Hiperglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah melonjak atau berlebihan diatas nilai normal, yang disebabkan gangguan metabolisme glukosa. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium menggunakan mencit sejumlah 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif diberi Na CMC 0,5%, kontrol positif diberi glibenklamid 0,65 mg/kgBB, kelompok tiga perlakuan yang diberi ekstrak tunggal daun tapak dara merah 400 mg/kgBB, kelompok empat diberi esktrak tunggal daun salam 250 mg/kgBB, kelompok lima diberi kombinasi ekstrak daun tapak dara merah dan daun salam dengan perbandingan 1:1 dan kelompok enam diberi kombinasi ekstrak daun tapak dara merah dan daun salam dengan perbandingan 2:1. Induksi diabetes menggunakan larutan glukosa 20% secara oral dengan dosis 2 ml/ekor. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke-60 menit dan 120, setelah penginduksian larutan glukosa 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak daun tapak dara merah dan daun salam pada dosis 400 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah mencit.
- Uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksana, etil asetat, dan air ekstrak daun tapak dara merah (Catharanthus roseus) terhadap bakteri Escherichia coliby Siti Nur Fatimah on October 7, 2021 at 6:44 am
Tapak dara adalah tanaman yang populer namun pemanfaatan daun tapak dara merah sebagai agen antibakteri terhadap Escherichia coli jarang diketahui masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air ekstrak daun tapak dara merah (Catharanthus roseus) sebagai agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli penyebab diare. Pengujian efektivitas fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air ekstrak daun tapak dara merah menggunakan metode (Kirby Bauer) dengan paper disk. Sampel penelitian ini adalah fraksi daun tapak dara merah dengan tiga pelarut yang berbeda yaitu n-Heksana (non polar), etil asetat (semi polar), dan air (polar). Kontrol positif ciprofloxacin dan kontrol negatif DMSO4 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-Heksana, etil asetat ,dan air ekstrak daun tapak dara merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter zona hambat berturut-turut 11,55 mm, 12,77 mm, dan 13,45 mm., kategori hambat kuat.
- Analisis kelengkapan (administrasi dan farmasetis) resep rawat jalan RS Santa Clara Madiun Periode Oktober-Desember 2020by Yossi Ania Citra on October 7, 2021 at 6:22 am
Penggunaan obat pada pasien di rumah sakit tentunya tidak lepas dari penulisan resep. Akan tetapi, masih ada beberapa masalah dalam pembuatan resep, salah satunya sering terjadi pada fase prescribing, seperti ketidaklengkapan dalam menuliskan resep. Oleh karena itu, penting bagi ahli farmasi untuk melakukan screening resep pasien untuk memeriksa lengkap atau tidaknya penulisan resep. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Santa Clara Madiun pada Bulan Oktober-Desember tahun 2020. Analisis resep yang dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 72 tahun 2016, di mana resep yang baik adalah resep yang memenuhi persyaratan administrasi, farmasetis, dan klinis. Penelitian ini menggunakan persyaratan admnistrasi dan farmasetis sebagai langkah awal untuk memeriksa kelengkapan resep. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif terhadap 761 resep pasien rawat jalan selama hari Senin-Rabu di periode Oktober-Desember 2020. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat ketidaklengkapan pada tanggal resep (8,93%), umur pasien (5,78%), jenis kelamin (5,78%), berat badan pasien (5,78%), tinggi badan pasien (5,78%), RM (5,78%), SIP (5,26%), nama dokter (2,63%), asal resep (2,63%), paraf dokter (1,71%), dan nama pasien (1,18%) untuk persyaratan administrasi. Sedangkan pada persyaratan farmasetis ditemukan bahwa terdapat ketidaklengkapan penulisan dosis dan jumlah obat (0,92%), bentuk dan kekuatan sediaan pada resep (0,52%), nama obat (0,13%), stabilitas (0%), serta aturan pakai (0%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak rumah sakit, dokter, dan tenaga kefarmasian untuk lebih cermat dalam menuliskan dan memeriksa resep sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Skrining fitokimia ekstrak etanol, etil asetat, n-heksana daun turi putih (Sesbania grandiflora L.) dengan metode kromatografi lapis tipisby Resa Puji Sami Lestari on October 7, 2021 at 5:52 am
Tanaman turi merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh subur di Indonesia. Tanaman turi putih berasal dari famili Fabiaceae yang dimanfaatkan daunnya dalam pengobatan tradisonal, yaitu dapat digunakan untuk peluruh kencing (diuretika) mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, dan pencahar ringan. Daun turi putih juga mempunyai kandungan alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol, etil asetat, n-heksana daun turi putih (Sesbania grandlifora) dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian eksperimental. Hasil penelitian skrining fitokimia ekstrak etanol daun turi putih (Sesbania grandiflora L.) dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) mengandung senyawa flavonoid, tanin, steroid, saponin, dan triterpenoid. Hasil skrining fitokimia ekstrak etil asetat mengandung senyawa tanin dan hasil skrining fitokimia ekstrak N-Heksana mengandung senyawa asam lemak.
- Skrining fitokimia ekstrak etanol, n–heksana dan etil asetat kulit batang turi putih (Sesbania grandiflora L.) dengan metode kromatografi lapis tipisby Shelomita Falen on October 7, 2021 at 5:35 am
Tanaman turi putih merupakan salah satu jenis tanaman dari famili fabaceae yang dapat tumbuh subur di Indonesia. Pemanfaatan tanaman turi putih pada bagian kulit batangnya digunakan sebagai analgetik, penurun demam (antipiretik), laksativa, perangsang muntah dan astringen. Kulit batang turi putih mengandung senyawa tanin, alkaloid, saponin dan asam lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam kulit batang turi putih (Sesbania grandiflora L.) dengan metode Kromatografi Lapis Tipis dan uji warna. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian eksperimental. Hasil penelitian skrining fitokimia ekstrak ethanol 96% kulit batang turi putih (Sesbania grandiflora L.) mengandung senyawa tanin, alkaloid dan saponin. Hasil penelitian skrining fitokimia ekstrak etil asetat mengandung senyawa tanin dan skrining fitokimia ekstrak n-heksana mengandung senyawa asam lemak.
- Uji aktivitas tabir surya berdasarkan nilai penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) ekstrak etanol kulit mentimun (Cucumis Sativus L)by Erni Tri Astutik on October 7, 2021 at 4:50 am
Sinar matahari yang berlebihan seperti UV-A dan UV-B dapat menyebabkan berbagai penyakit khususnya penyakit kulit. Pemakaian tabir surya berbahan kimia pada waktu jangka panjang dapat menyebabkan bahaya, oleh karena itu penggunaan tabir surya dapat diganti dengan bahan alami yang mengandung senyawa flavonoid. Tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya salah satunya adalah kulit buah mentimun. Penelitian ini dilakukan menggunakan ekstrak metanol kulit buah mentimun dilanjutkan dengan proses fraksinasi Nheksana dengan perbandingan 1 : 1. Ekstrak cair kulit buah mentimun yang diperoleh dilakukan pengukuran serapan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 280-320nm dengan interval 5nm. Hasil menunjukan ekstrak kulit mentimun mampu melindungi kulit dari sinar UV dengan nilai Sun Protection Factor (SPF) sebesar 15,0302 pada konsentrasi 5% dan 21,8225 pada konsentrasi 10% dan kategori sedang sebagai tabir surya.
- Gambaran pengelolaan obat High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike di Unit Pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dolopo Tahun 2021by Etika Herawati on October 7, 2021 at 4:28 am
Pengelolaan obat High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike di rumah sakit dilakukan secara terorganisir supaya tidak menyebabkan terjadinya medication error. Pengelolaan obat High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan obat High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike di Instalasi Farmasi RSUD Dolopo tahun 2021 berdasarkan Standar Operasional Prosedur High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam disertai pengamatan langsung atau observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perencanaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Dolopo dilakukan oleh tim perencanaan menggunakan metode konsumsi. Pengadaan obat dilakukan setiap 3 bulan sekali melalui e-katalog dan non e-katalog. Pada penyimpanan obat masih terdapat kendala belum adanya lemari khusus penyimpanan obat High Alert Medication. Distribusi obat High Alert Medication dan Look Alike Sound Alike berdasarkan resep perorangan. Hasil observasi pada cheklis penyimpanan dan pelabelan obat High Alert Medication sebesar 76,11 % dan termasuk kriteria baik, penyimpanan dan pelabelalan obat Look Alike Sound Alike sebesar 72,47 % termasuk dalam kriteria cukup baik.
- Pola penggunaan obat antihipertensi pada ibu hamil di Poli Kandungan RSUD Kota Madiun Tahun 2020by Rizca Fahruly Perdana Qur’ani on October 7, 2021 at 3:46 am
Hipertensi Gestasional adalah kenaikan tekanan darah pada wanita hamil yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan atau lebih tanpa protein urin, hal ini dapat menimbulkan efek yang serius pada saat melahirkan. Clinical Pathway di Poli Kandungan RSUD Kota Madiun belum mencakup penyakit hipertensi gestasional pada ibu hamil, untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai pola penggunaan obat antihipertensi pada ibu hamil di Poli Kandungan RSUD Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif di RSUD Kota Madiun menggunakan data Rekam Medik kesehatan pasien tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan 34 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh hasil penggunaan antihipertensi yakni Metildopa sebanyak 61,77%, penggunaan Nifedipin 10 mg sebesar 11,76%, serta penggunaan Adalat Oros 30 mg sebanyak 26,47%.
- Perbandingan aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus (DC) Staph) dan sediaan gel hand sanitizer terhadap bakteri telapak tanganby Serlyna Mutiara Dewi on October 7, 2021 at 3:05 am
Telapak tangan merupakan organ tubuh manusia yang sering digunakan untuk beraktivitas sehingga terdapat banyak bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit. Senyawa geraniol, sitral dan sitronelol (golongan terpenoid) pada minyak sereh memiliki potensi aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan potensi antibakteri antara ekstrak daun sereh dan hand sanitizer yang dikemas dalam bentuk gel dengan menggunakan metode eksperimental laboratoris. Penelitian dilakukan melalui ekstraksi daun sereh, pembuatan sediaan gel beserta evaluasi fisiknya, inokulasi dan isolasi bakteri telapak tangan, serta uji aktivitas antibakteri dari masingmasing kelompok perlakuan. Isolasi bakteri telapak tangan dilakukan dengan cara streak plate. Hasil isolasi didapatkan 2 isolat bakteri yang berbeda secara makroskopik dan mikroskopik. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran dan menggunakan suspensi bakteri yang sesuai dengan larutan standar McFarland 0,5 dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak daun sereh tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer yang ada di pasaran terhadap bakteri telapak tangan. Zona jernih yang terbentuk pada sediaan gel ekstrak daun sereh pada isolat 1 dan isolat 2 berturut-turut yaitu 15,96±1,04 mm dan 14,51±1,23 mm. Sedangkan zona jernih pada gel hand sanitizer pada isolat 1 dan isolat 2 berturut-turut yaitu 13,29±1,63 mm dan 15,38±4,43 mm.
