Education of Indonesian Language and Literature 2025

  • Makanan dalam novela: studi kasus novela nenek dan cucu mengikis tangis
    by Gloria Nissi Okfilia on October 8, 2025 at 7:31 am

    Latar belakang penelitian ini adalah fenomena pentingnya makanan dalam sastra meliputi karya sastra Indonesia, makanan bukanlah kebutuhan fisik belaka tetapi juga lambang sosial dan budaya. (1). Mendeskripsikan penokohan dalam novel Nenek dan Cucu Mengikis Tangis (2). Mendeskripsikan latar cerita dalam novel Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (3). Mengetahui amanat cerita dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (4). Mengetahui alur cerita dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (5). Mengetahui tema yang disampaikan dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (6). Mendeskripsikan peran makanan dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif diambil dari Creswell. Data dalam penelitian kualitatif pada umumnya merupakan data lunak (soft data) yang berupa kata, kalimat, dan paragraf yang mengandung unsur-unsur intrinsik seperti tokoh dan penokohan, alur, latar, tema, dan amanat. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata; sumber data tambahan, seperti dokumen, dan lainnya, menempati sebagian besar. Metode pengumpulan data (1) membaca novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis dan mencari unsur intiksik yang ada dalam novela tersebut. (2) Menyimak dan mencatat unsur intrinik yang ada dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (3) mencatat dari hasil-hasil yang sudah dilakukan yaitu membaca dan menyimak tentang unsur intriksik dan mencari makna makanan sebagai instrument yang ada dalam novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. Analisis data (1) mencari sinopsis Novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis, (2) menganalisis unsur intrinsik, (3) mencari makanan dalam Novela, (4) mencari makna makanan dalam Novela.am bab ini diuraikan hasil penelitian yang meliputi (1) tokoh utama dalam novela ini adalah Tearly yang memperjuangkan citra diri seorang perempuam, (2) Alur dalam cerita tersebut lebih dominan maju (3) Latar dalam cerita tersebut menggunakan latar tempat Madiun dan Jakarta dan waktu tahun (1960-2000). (4) Tema dalam cerita tersebut adalah berjuang dan saling menghargai, (5) Amanat dalam cerita tersebut berjuang dan saling menghargai. (6) Novela ini memiliki petualangan kuliner yang mengajak pembaca untuk merasakan setiap makanan yang disajikan. Di bagian akhir, makanan semakin banyak muncul

  • Peningkatan keaktifan dan hasil belajar menulis teks cerpen melalui model PjBL dengan media Adikraja (Audio Visual Cerita Anak Remaja)
    by Ester Kornia on October 8, 2025 at 7:31 am

    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan hasil belajar peserta didik dalam menulis teks cerpen melalui model pembelajaran berbasis PjBL dengan menggunakan media audio visual cerita anak remaja. PTK ini dilaksanakan di kelas XI SMA Bonaventura Madiun dengan subjek sebanyak 15 peserta didik. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dengan media audio visual mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dari 56,7% pada siklus 1 menjadi 83,3% pada siklus 2. Selain itu, hasil belajar menulis cerpen meningkat dari rata-rata nilai 72,1 menjadi 85,4. Dengan demikian, model PjBL berbantuan media audio visual efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks cerpen di kelas XI SMA.

  • Campur kode bahasa Batak-bahasa Indonesia dalam pesan teks di grup Whatsapp mahasiswa Batak UKWMS Madiun
    by Godang Lamtiur Sitanggang on March 25, 2025 at 7:02 am

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis campur kode, bentuk campur kode, faktor penyebab terjadinya campur kode. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan 101 data berupa tuturan. Dari hasil penelitian, diperoleh: (1) jenis-jenis campur kode (a) internal unsur bahasa Batak yang disisipi bahasa Indonesia: (b) jenis campur kode internal unsur bahasa Indonesia yang disisipi bahasa Batak; (c) jenis campur kode eksternal unsur bahasa Batak yang disisipi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; (2) bentuk-bentuk campur kode, yaitu bentuk campur kode berupa kata dalam bahasa Indonesia:(a) kata dasar; (b) kata berimbuhan; (c) kata majemuk; (d) kata ulang; Bentuk campur kode berupa kata dalam bahasa Batak: (a) kata dasar; (b) kata berimbuhan; (c), kata majemuk. Bentuk campur kode berupa frasa dalam bahasa Indonesia, dan bentuk campur kode berupa kalimat dalam bahasa Indonesia; Bentuk campur kode berupa frasa dalam bahasa Batak dan bentuk campur kode berupa kalimat dalam bahasa Batak. (3) faktor penyebab terjadinya campur kode bahasa Indonesia ke dalam bahas Batak (a) pribadi pembicara, (b) penggunaan istilah yang populer, (c) keterbatasan penggunaan kode, (d) membangkitkan rasa humor. Faktor penyebab terjadinya campur kode bahasa Batak ke dalam bahasa Indonesia dalam pribadi pembicara.

  • Strategi penulisan sastra sejarah bagi Komunitas Historie van Madioen
    by Ardi Wina Saputra on January 17, 2025 at 7:25 am

    Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan proses strategi penulisan sastra sejarah bagi Komunitas Historie Van Madioen (HvM) dan analisis karya yang dihasilkan. HvM merupakan komunitas sastra sejarah di Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Komunitas Historie van Madioen. Hasil penelitian memaparkan strategi pembelajaran yang digunakan untuk membelajarkan penulisan sastra, khususnya prosa fiksi pada Komunitas Historie van Madioen.

  • Implikatur teks belakang bak truk dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar teks anekdot
    by Agustinus Djokowidodo on January 16, 2025 at 9:27 am

    Pembelajaran di sekolah melibatkan pihak yang belajar dan pihak yang mengajar. Dengan kata lain melibatkan pembelajar atau peserta didik dan pengajar atau pendidik. Dua pihak yang masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda, baik latar belakang sosial, budaya maupun ekonomi. Pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai cara agar dapat menarik minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Kreativitas pendidik sangat diperlukan untuk mencapai maksud tersebut. Kreativitas penulisan wacana di bagian belakang bak truk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar salah satu materi matapelajaran bahasa Indonesia kelas X, yaitu teks anekdot. Pembelajaran teks anekdot tersebut dapat dilaksanakan dengan media yang diperoleh dari kehidupan nyata sehari-hari. Salah satunya yaitu tulisan di belakang bak truk. Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan penelitian kasus menggunakan pendekatan kualitatif. Tulisan-tulisan di bagian belakang bak truk tersebut mengandung implikatur yang bermakna, sindiran, Curahan hati, ejekan, informasi dan saran/ nasihat. Tulisan pada bagian belakang bak truk sebagai media pembelajaran dapat menjadi inovasi kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan dengan budaya popular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *