- Peningkatan Keaktifan, motivasi, dan hasil belajar menulis teks berita dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis analisis media lokal dan nasional bagi siswa kelas XI-3 SMAK Santo Bonaventura Madiun Tahun Ajaran 2025-2026.by Gerardus Marcel on May 15, 2026 at 4:08 am
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar menulis teks berita siswa kelas XI-3 dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis analisis media lokal dan nasional. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yakni: tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-3 yang berjumlah 11. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif dan teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan keaktifan dari skor 4,2 menjadi skor rata-rata sebesar 7,1, motivasi dari skor 4,8 menjadi skor rata-rata sebesar 7,0, dan hasil menulis teks berita dari skor rata-rata 56,4 menjadi 81,4 dari prasiklus ke siklus II. Dengan demikian, pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis analisis media lokal dan nasional dapat meningkatkan aspek keaktifan, motivasi, dan hasil belajar menulis teks berita.
- Nilai pendidikan dalam ritual Sapat Taunby Yustina Yuyu Margareta on May 15, 2026 at 4:02 am
Ritual Sapat Taun merupakan tradisi adat tahunan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Dusun Silat Hulu, Desa Bantansari, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Ritual ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penanda dimulainya siklus berladang, serta sarana menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan leluhur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan ritual Sapat Taun dan mengungkap nilai-nilai pendidikan berbasis etnopedagogi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif melalui etnografi. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan partisipatif, wawancara intensif dengan pemimpin komunitas dan individu yang terlibat dalam ritual. Sedangkan, teknik rekam dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritual Sapat Taun mengandung nilai religius dan spiritual, nilai sosial dan kebersamaan, nilai moral dan karakter, nilai budaya dan pelestarian tradisi, nilai ekologis, serta nilai semangat dan keteguhan hidup. Nilai-nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun melalui simbol, prosesi ritual, dan aturan adat yang dipatuhi bersama. Dengan demikian, ritual Sapat Taun dapat dipahami sebagai sumber pendidikan etnopedagogi yang relevan dalam pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya masyarakat lokal.
- Analisis unsur intrinsik dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu dan muatan Profil Pelajar Pancasilaby Tia Widia Sari on May 15, 2026 at 3:53 am
Studi ini berfokus pada dekonstruksi elemen-elemen konstruksi internal (intrinsik) dalam novel Pukul Setengah Lima dan pengenalan koneksi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P3) di dalamnya. Melalui penerapan metodologi kualitatif deskriptif dan teknik analisis heuristik, kajian ini mengindikasikan bahwa narasi novel tersebut tersusun atas tema eksplorasi jati diri, integritas, dan akseptansi diri. Karakterisasi yang rumit, plot yang mengombinasikan elemen maju dan mundur, penggambaran latar yang rinci, serta pesan moral yang menitikberatkan pada kejujuran dan perkembangan personal turut memperkaya karya prosa ini. Lebih jauh, keenam dimensi P3, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, divisualisasikan dalam perilaku dan progresi karakter sentral, Alina. Hasil penelitian ini menegaskan potensi novel tersebut sebagai materi ajar suplemen dalam pengajaran sastra guna memantapkan pendidikan karakter selaras dengan Kurikulum Merdeka.
- Analisis kesalahan berbahasa dalam berita utama di Koran Radar Madiunby Maria Yutrin Palang on May 15, 2026 at 3:51 am
Studi ini mendeskripsikan berbagai kesalahan kebahasaan yang muncul dalam berita utama Koran Radar Madiun, meliputi aspek ejaan, diksi, dan tata kalimat. Penelitian juga menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualititaf dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan analisis teks pada edisi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa mencakup tiga aspek utama: (1) kesalahan diksi sebanyak 73 data, (2) kesalahan kalimat sebanyak 26 data, dan (3) kesalahan ejaan sebanyak 22 data. Selain itu, ditemukan pula kesalahan gabungan berupa diksi-kalimat (10 data), diksi-ejaan (13 data), dan kalimat-ejaan (6 data). Kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan diksi. Faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa meliputi kurangnya ketelitian penulis, keterbatasan penguasaan kaidah bahasa Indonesia, dan pengaruh bahasa pertama yang sering kali menyebabkan kesalahan dalam penggunaan bahasa kedua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penulis dan redaksi untuk meningkatkan proses penulisan dan penyuntingan bahasa sehingga penyajian berita menjadi lebih akurat, efektif, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
- Makanan dalam novela: studi kasus novela nenek dan cucu mengikis tangisby Gloria Nissi Okfilia on October 8, 2025 at 7:31 am
Latar belakang penelitian ini adalah fenomena pentingnya makanan dalam sastra meliputi karya sastra Indonesia, makanan bukanlah kebutuhan fisik belaka tetapi juga lambang sosial dan budaya. (1). Mendeskripsikan penokohan dalam novel Nenek dan Cucu Mengikis Tangis (2). Mendeskripsikan latar cerita dalam novel Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (3). Mengetahui amanat cerita dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (4). Mengetahui alur cerita dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (5). Mengetahui tema yang disampaikan dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (6). Mendeskripsikan peran makanan dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif diambil dari Creswell. Data dalam penelitian kualitatif pada umumnya merupakan data lunak (soft data) yang berupa kata, kalimat, dan paragraf yang mengandung unsur-unsur intrinsik seperti tokoh dan penokohan, alur, latar, tema, dan amanat. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata; sumber data tambahan, seperti dokumen, dan lainnya, menempati sebagian besar. Metode pengumpulan data (1) membaca novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis dan mencari unsur intiksik yang ada dalam novela tersebut. (2) Menyimak dan mencatat unsur intrinik yang ada dalam novela Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. (3) mencatat dari hasil-hasil yang sudah dilakukan yaitu membaca dan menyimak tentang unsur intriksik dan mencari makna makanan sebagai instrument yang ada dalam novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis. Analisis data (1) mencari sinopsis Novela berjudul Nenek dan Cucu Mengikis Tangis, (2) menganalisis unsur intrinsik, (3) mencari makanan dalam Novela, (4) mencari makna makanan dalam Novela.am bab ini diuraikan hasil penelitian yang meliputi (1) tokoh utama dalam novela ini adalah Tearly yang memperjuangkan citra diri seorang perempuam, (2) Alur dalam cerita tersebut lebih dominan maju (3) Latar dalam cerita tersebut menggunakan latar tempat Madiun dan Jakarta dan waktu tahun (1960-2000). (4) Tema dalam cerita tersebut adalah berjuang dan saling menghargai, (5) Amanat dalam cerita tersebut berjuang dan saling menghargai. (6) Novela ini memiliki petualangan kuliner yang mengajak pembaca untuk merasakan setiap makanan yang disajikan. Di bagian akhir, makanan semakin banyak muncul
