- Hubungan self esteem dengan self reward pada anggota komunitas motor CB di Karesidenan Madiunby Agung Dwi Purwanto on May 15, 2026 at 4:39 am
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Self Esteem dan Self Reward pada anggota komunitas motor CB. Self Reward adalah seseorang menilai harga dirinya, sementara Self Reward adalah bentuk penghargaan yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri sebagai apresiasi atas usaha atau pencapaian yang telah diraih. Anggota komunitas motor sebagai kelompok sosial cenderung memiliki dinamika interpersonal serta aktivitas solidaritas yang dapat memengaruhi mereka menilai dan menghargai diri sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 186 anggota komunitas motor CB sebagai responden, yang dipilih secara sengaja menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig) sebesar 0,000 dan koefisien korelasi Spearman Rho sebesar 0,601. Nilai ini lebih besar dari 0,05 yang menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara Self Esteem dan Self Reward pada anggota komunitas motor CB. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Self Esteem seseorang, semakin besar kecenderungannya untuk memberikan Self Reward kepada diri sendiri. Sebaliknya, semakin sering seseorang memberikan Self Reward, hal ini juga dapat meningkatkan tingkat Self Esteem mereka. Dengan demikian, aspek penghargaan diri merupakan bagian penting dalam pembentukan rasa berharga pada anggota komunitas motor. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi untuk kegiatan pengembangan diri di komunitas motor, sekaligus mendorong terciptanya perilaku apresiasi diri yang positif di dalam kelompok hobi.
- Hubungan kepercayaan diri dengan persepsi beauty privilege pada wanita dewasa awal di Kota Madiunby Tassya Putri Hemayanti on May 15, 2026 at 4:39 am
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Persepsi Beauty Privilege pada wanita dewasa awal di Kota Madiun. Beauty privilege dipahami sebagai bentuk keuntungan sosial yang diperoleh individu berdasarkan penampilan fisik yang dianggap menarik, sedangkan kepercayaan diri merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan, nilai, dan potensi diri dalam menghadapi berbagai situasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 100 wanita dewasa awal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas skala persepsi beauty privilege dan skala kepercayaan diri yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi beauty privilege dan kepercayaan diri, dengan koefisien korelasi (ρ) sebesar 0,462 dan nilai signifikansi p = 0,000. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi beauty privilege yang dimiliki responden, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap beauty privilege memiliki peranan penting dalam membentuk dan meningkatkan kepercayaan diri wanita dewasa awal di Kota Madiun.
